Konsep Dasar Akuntansi
Dalam penerapan akuntansi ada hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai
konsep-konsep dasar akuntansi, yaitu sebagai berikut (Sugiarto,
1999:54):
a. Kesatuan usaha (business entity)
Menurut Sugiarto dan Suwardjono konsep kesatuan usaha yaitu sebagai
berikut: konsep yang mengatakan bahwa dari akuntansi unit usaha atau
perusahaan harus dianggap sebagai orang atau badan atau organisasi yang
berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan terpisah dari
pemilik.
b. Dasar–dasar pencatatan
Terdapat dua macam dasar pencatatan dalam akuntansi yang dipakai dalam mencatat transaksi yaitu:
-
Dasar kas, yaitu suatu dasar akuntansi yang mengakui pendapatan dan
melaporkannya pada saat kas diterima, serta mengakui biaya atau beban
dan mengurangkannya dari pendapatan pada saat pengeluaran kas untuk
membayar biaya atau beban tersebut dilakukan dalam suatu periode
tertentu.
-
Dasar akrual, yaitu mencatat setiap transaksi yang terjadi tanpa memperhatikan kas yang sudah diterima atau belum.
c. Konsep periode waktu
Yaitu suatu konsep yang menyatakan bahwa akuntansi menggunakan periode
waktu sebagai dasar dalam mengukur dan menilai kemajuan perusahaan.
d. Unit moneter
Unit moneter digunakan sebagai alat pengukur suatu objek atau aktivitas
perusahaan dan menganggap bahwa nilai uang adalah stabil dari waktu ke
waktu.
e. Transaksi
yaitu kejadian atau peristiwa didalam perusahaan yang dapat menyebabkan perubahan pada jumlah harta, hutang dan modal.
f. Kelangsungan Usaha (going concern)
Asumsi akuntansi bahwa perusahaan akan berjalan terus sampai pada masa
yang tidak dapat ditetapkan atau cukup lama untuk melaksanakan
rencananya.
g. Konsep Penandingan (Matching Concept)
Menurut C. Rollin Niswonger, Carl S. Warren, James M. Reeve, Philip E.
Fess, Matching Concept, didefinisikan sebagai berikut: Konsep akuntansi
yang mendukung pelaporan pendapatan dan beban terkait pada periode yang
sama.
0 komentar:
Posting Komentar